WelLcoMe To .AM. BloG


Sabtu, 21 April 2012

sampel probabilitas dan non probabilitas


Sampel Probabilitas
Sampel probabilitas adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel. Teknik sampel probabilitas terdiri dari:

1.      Simple Random Sampling
Dikatakan simple (sederhana) karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen. Pada penarikan sampel acak sederhana, sampel diambil sedemikian rupa sehingga setianp anggota populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih menjadi sampel.

Misal:  N (Populasi) = 1000
 n  (Sampel)  =   100
Besarnya kesempatan = n/N = 100/1000 = 0,1

Artinya setiap anggota populasi memiliki kemungkinan untuk dipilih sebagai sampel sebesar 0,1. Beberapa teknik sampling acak sederhana yaitu dengan cara undian, mengundi dengan bilangan random, serta berusaha sedapat mungkin dengan peluang yang sama bagi setiang anggota populasi untuk diikutsertakan dalam sampel tetap dipertahankan.

2.      Proportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan bila populasi mempunyai anggota/unsur yang tidak homogen dan berstrata secara proporsional.

Misal:  jumlah anggota populasi 2050 yang terdiri atas:
Strata I     : 1500                      perbandingan              30
Strata II   :   500                                                          10
Strata III  :     50                                                            1
                   2050                                                          41
Apabila ukuran sampel adalah sebanyak 82, maka jumlah sampel pada masing-masing strata dapat diambil secara proporsional sebagai berikut:
Strata I     : 30/41 x 82             = 60
Strata II   : 10/41 x 82             = 20
Strata III  :   1/41 x 82             =   2
                                                   82

  1. Disproportionate Stratified Random Sampling
Teknik ini digunakan untuk menentukan jumlah sampel,bila populasi berstrata tetapi kurang proporsional.

Misal: Pegawai dari unit kerja tertentu mempunyai:
Lulusan S3  :     3 orang
Lulusan S2  :     4 orang
Lulusan S1  :   90 orang
SMU           : 800 orang
SMP            : 700 orang

Maka tiga orang lulusan S3 dan empat orang S2 itu diambil semuanya sebagai sampel. Karena kedua kelompok tersebut terlalu kecil bila dibandingkan dengan kelompok S1, SMU, dan SMP.

  1. Cluster Sampling
Teknik sampling daerah digunakan untuk menentukan sampel bila obyek yang akan diteliti atau sumber data sangat luas, misalnya penduduk dari suatu Negara, Provinsi, atau Kabupaten. Untuk menentukan penduduk mana yang akan dijadikan sumber data, maka pengambilan sampelnya berdasarkan daerah populasi yang telah ditetapkan.

Missal: Di Indonesia terdapat 30 Provinsi, dan sampelnya akan menggunakan 15 provinsi, maka pengambilan 15 provinsi itu diambil secara random. Karena provinsi-provinsi di Indonesia itu berstrata (tidak sama) maka pengambilan sampelnya perlu menggunakan stratifield random sampling. Propinsi di Indonesia ada penduduknya padat, ada yang kaya bahan tambangada yang mempunyai hutan banyak. Karakteristik semacam ini perlu diperhatikan sehingga pengambilan sampel menurut strata populasi itu dapat ditetapkan. Teknik sampling daerah ini sering digunakan melalui dua tahap yaitu tahap pertama mementukan sampel daerah, dan tahap kedua menentukan orang-orang yang ada pada daerah itu secara sampling juga.

Sampel Non Probabilitas
Sampel non probabilitas adalah teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang/kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Hal ini disebabakan oleh beberapa faktor yaitu: tidak mungkinnya diperoleh daftar yang lengkap dari populasi, adanya kondisi yang tidak memungkinkan peneliti memilih anggota populasi dengan cara memberikan kesempatan yang sama. Teknik sampel non probabilitas terdiri dari:

  1. Sampling Sistematis
Sampling sistematis aadalah teknik pengambilan sampel berdasarkan urutan dari anggota populasi yang telah diberi nomor urut. Dimana anggota pertama saja dari sampel yang diambil secara random, sedangkan anggota-anggota selanjutnya dipilih secara sistematismenurut pola tertentu. Penarikan sampel sistematis dilakukan melalui tiga tahap yaitu:
a.    Mencek keadaan daftar populasi, harus dalam keadaan acak.
b.   Menetapkan jarak interval yang akan digunakan atau menetapkan angka kelipatan (k).
k = N/n
untuk N = 1000 dan n = 100, maka angka kelipatan (k) = 1000/100 = 10.
c.    Tentukan secara acak nomor mulai pengambilan sampel. Misal nomor yang keluar adalah 5, maka sampel berikutnya adalah kelipatan 10 yaitu 15, 25, 35, 45,…dst sampai anggota sampel yang terakhir.


2.      Sampling Kuota
Sampling kuota adalah teknik untuk menentukan sampel dari populasi yang mempunyai ciri-ciri tertentu sampai jumlah (kuota) yang diinginkan. Sebagai contoh, akan melakukan penelitian tentang pendapat masyarakat terhadap pelayanan masyarakat dalam urusan ijin mendirikan bangunan. Jumlah sampel yang ditentukan 500 orang. Kalau pengumpulan data belum didasarkan pada 500 tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai, karena belum memenuhi kuota yang ditentukan. Bila pengumpulan data dilakukan secara kelompok yang terdiri atas 5 orang pengumpul data, maka setiap anggota kelompok harus dapat menghubungi 100 orang anggota sampel, atau 5 orang tersebut harus dapat mencari data dari 500 anggota sampel.

3.      Sampling Isidental
Sampling isidental adalah teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan yaitu siapa saja yang secara kebetulan/isidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel atau memilih responden yang pertama kali berhasil dijumpai, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data. Keuntungan penarikan sampel secara kebetulan ini adalah hemat waktu dan biaya.

4.      Sampling Purposive
Sampling purposive adalah teknik penentuan sampel dengan pertimbangan tertentu. Misalnya akan melakukan penelitian tentang kual;itas makanan, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli makanan, atau penelitian tentang kondisi politik disuatu daerah, maka sampel sumber datanya adalah orang yang ahli politik.

Contoh: Penelitian tentang perilaku konsumen produk rokok Dji Sam Soe, maka orang yang dipilih dan akan diwawancarai atau calon responden adalah perokok atau yang menghisap rokok Dji Sam Soe.

Sampel ini lebih cocok digunakan untuk penelitian kualitatif, atau penelitian-penelitian yang tidak melakukan generalisasi. Pengertian sengaja atau purposive adalah bahwa peneliti telah menentukan responden dengan anggapan atau pendapatnya sendiri sebagai sampel penelitiannya.

5.      Sampling Jenuh
Sampling jenuh adalah teknik penentuan sampel bila semua anggota populasi digunakan sebagai sampel. Hal ini sering dilakukan bila jumlah populasi relatif kecil, kurang dari 30 orang, atau penelitian yang ingin membuat generalisasi dengan kesalahan yang sangat kecil. Istilah lain sampel jenuh adalah sensus, dimana semua anggota populasi dijadikan sampel.

6.      Snowball Sampling
Snowball sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Dalam penentuan sampel, pertama-tama dipilih satu/dua orang, tetapi karena dengan dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh dua orang sebelumnya. Begitu seterusnya, sehingga jumlah sampel semakin banyak. Teknik penarikan sampel bola salju banyak digunakan para peneliti kualitatif dan juga peneliti kuantitatif, dimana informasi tentang populasi sangat terbatas.

Contoh: penelitian pola penyebaran penyakit HIV/AIDS atau pada penelitian lain misalnya penentuan efektivitas saluran distribusi dalam pemasaran produk rokok Dji Sam Soe atau penelitian yang lain seperti meneliti siapa provokator kerusuhan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar