WelLcoMe To .AM. BloG


Senin, 17 Desember 2012

klasifikasi dan konflik kepentingan (teori akuntansi)


Klasifikasi dan Konflik Kepentingan
   Laporan keuangan merupakan bentuk laporan pertanggungjawaban manajemen kepada stakeholder,  secara umum terdapat pihak-pihak yg memberikan kontribusi terhadap laporan keuangan sehingga dikatakan bahwa laporan keuangan merupakan hasil interaksi dari 3 kelompok yaitu:
a.       Entitas merupakan pelaku proses akuntansi yang menjustifikasi produksi laporan keuangan.
b.      Pemakai informasi yang terdiri dari stakeholders antara lain pemegang saham, analis keuangan, kreditor, dan agen pemerintah.
c.       Auditor bertugas memverifikasi bahwa laporan keuangan telah sesuai dengan prinsip akuntansi yang berterima umum yang dipergunakan untuk menjelaskan asersi-asersi manajemen yg disampaikan dalam laporan keuangan.

Dalil - Dalil, Prinsip - Prinsip dan Konsep - Konsep Akuntansi
1.      Menurut accounting Principles Board (APB)
Hasil karya APB merupakan pendekatan baru dalam pengembangan prinsip-prinsip akuntansi, namun prinsip-prinsip yg merumuskan tersebut tidak membentuk kesatuan formasi sebagai siklus yg baru. Menurut komite khusus (divisi riset) ABP, perumusan banyak dalil yg mendasari akuntansi menjadi sangat penting karena logika prinsip-prinsip akuntansi bersumber pada dalil-dalil tersebut. Dalil-dalil secara umum merupakan asumsi-asumsi dasar yg tidak memerlukan pengujian kembali. Dalil-dalil tersebut menyediakan kerangka dasar dalam merumuskan kesimpulan-kesimpulan serta fondasi untuk suatu struktur teoritis yg terdiri dari proposisi-proposisi yg dirumuskan mereka.

2.       Menurut Accounting Research Study (ARS) No. 1
Moonits mempergunakan metode aksiomatik dengan terminologi simbol dan metode formal dalam 3 tipe dalil-dalil yaitu:
a.       Dalil-dalil yang berorientasi lingkungan politik dan ekonomi yg terdiri atas dalil kuantifikasi, dalil pertukaran, dalil kesatuan usaha, dalil satuan ukur.
b.      Dalil-dalil yang berorientasi akuntansi yg terdiri atas dalil laporan keuangan, dalil harga pasar, dalil entitas dan tentatif akuntansi.
c.       Dalil-dalil yang berorientasi imperaktif terdiri atas dalil objektifitas, dalil kontinyuitas usaha, dalil konsistensi, dalil unit moneter yg stabil dan dalil pengungkapan. 

3.      Menurut Accounting Research Study (ARS) No. 3
ARS merumuskan 8 prinsip / azas yg dipergunakan sbg pedoman pengakuan, pengukuran dan penyajian laporan keuangan yaitu:
a.       Prinsip A membahas masalah pengakuan laba.
b.      Prinsip B membahas masalah pengakuan & pengukuran sumberdaya dengan harga pertukaran, kos pengganti, nilai realisasi bersih dan pengukuran atas kejadian khusus.
c.       Prinsip C membahas pengakuan asset-aset dalam laporan keuangan.
d.      Prinsip D membahas masalah pengukuran asset menyangkut ketepatan pengukuran, umur ekonomis, dan pemilihan metode penilaian apakah dengan kos akuisisi, kos pengganti, maupun nilai yang akan datang.
e.       Prinsip E membahas masalah kewajiban & pelaporannya dalam laporan keuangan.
f.       Prinsip F membahas masalah kewajiban yang diselesaikan dgn barang & jasa serta pengukurannya.
g.      Prinsip G membahas masalah ekuitas & pengakuan laba.
h.      Prinsi-prinsip pengungkapan.

4.      APB Statement No.4
Dalam statement ini, APB menetapkan 2 tujuan yang luas yaitu:
a.       Tujuan pendidikan.
b.      Tujuan pengembangan.
Untuk mencapai tujuan tersebut APB mengambil langkah-langkah sebagai berikut:
a.       Membahas sifat akuntansi keuangan, kekuatan lingkungan yang mempengaruhi serta keterbatasannya.
b.      Mengajukan sasaran akuntansi keuangan & tujuan laporan keuangan.
c.       Menyampaikan diskripsi mengenai prinsip akuntansi yg lazim diterima saat ini.
APB Statement 4 membahas prinsip akuntansi yang lazim menjadi 3 seksi Atas dasar pengalaman, alasan kebiasaan, dan kepraktisan yaitu:
a.       Prinsip perpasive.
b.      Prinsip operasi yang luas
-          Kos historis ( Historical Cost)
-          Nilai beli (Entry Value)
-          Nilai Jual ( Exit value)
-          Nilai Prediksi ( Predictive Value)
c.       Prinsip yang terinci.

Peran AAA melalui A Statement of Basic Accounting (ASOBAT)
Pada tahun 1966 AAA menerbitkan A Statement of Basic Accounting (ASOBAT). ASOBAT melengkapi orientasi postulat, dalil dan konsep akuntansi dengan perumusan tujuan-tujuan akuntansi keuangan. Menurut ASOBAT terdapat 4 tujuan laporan keuangan yaitu: 

a.       Pembuatan keputusan-keputusan berkenaan penggunaan sumber-sumber yang langka kearah penentuan tujuan.

b.     Melaksanakan & mengendalikan struktur organisasi, sumber daya manusia dan material secara berhasil guna.
c.       Memelihara dan melaporkan sumber-sumber daya yang dimiliki entitas.
d.      Pelaksanaan fungsi-fungsi sosial dan pengendalian.
ASOBAT  menetapkan 4 standar kualitas sebagai dasar penilaian informasi akuntansi yaitu:
a.       Relevan, berhubungan dengan penggunaan informasi dalam pembuatan keputusan.
b.      Dapat diuji, merupakan bagian dari aspek pengukuran.
c.       Bebas dari prasangka, berhubungan dgn keragaman pemakai informasi.
d.      Kuantifikasi, dihubungkan dengan teori pengukuran.
ASOBAT juga merumuskan pedoman-pedoman yg dapat digunakan sbg pegangan untuk membuat hubungan-hubungan dalam menyusun informasi akuntansi yg berhubungan dengan:
a.       Kepatutan yang diharapkan digunakan.
b.      Penjelasan hubungan-hubungan yang penting atau yang cukup berarti
c.       Perhitungan informasi lingkungan
d.      Keseragaman dengan praktek dan diantara kesatuan usaha
e.       Konsekuensi praktek yang berkesinambungan.

Statement of Accounting Theory and Theory Acceptance (SATTA)
Komite eksekutif AAA dari SATTA pada tahun 1973 mempunyai tujuan yg hamper sama dengan ASOBAT yaitu sebagai badan yang berdedikasi tinngi dgn melakukan riset literatur yang berhubungan dengan laporan keuangan masa kini & pernyataan-pernyataan profesi yang berkaitan dengan teori akuntansi. SATTA mengambil porsi sistem-sistem penilaian akuntansi seperti pertimbangan-pertimbangan teoritis serta alasan-alasan kenapa criteria atau sistem penilaian tidak dapat dikembangkan.
Terdapat beberapa teori yang disampaikan AAA melalui komite SATTA yang pernyataannya diterbitkan tahun 1977 sebagai berikut:

a.       Pendekatan Klasik (classical approaches)
b.      Pendekatan Pengambilan Keputusan (decision-usefulness approach)
-          Orientasi model keputusan (decision-modelorientation)
-          Orientasi pengambil keputusan (decision-maker orientation)
c.       Pendekatan Informasi Ekonomi

Konsep - konsep dasar Pendukung Kos
            Perumusan konsep-konsep akuntansi keuangan ditujukan untuk menyusun standar atau aturan-aturan akuntansi. Konsep tersebut dapat berupa dalil-dalil, aksioma-aksioma, asumsi-asumsi, doktrin-doktrin, konvensi-konvensi, batasan-batasan, dan prinsip-prinsip sebagai berikut:

a.       Konsep
Hasil dari proses identifikasi mengelompokkan & interpretasi dari berbagai fenomena atau kejadian yg digunakan didalam teori sbg bagian dari suatu kesimpulan yg diperoleh dari kajian empiris.
b.      DAlil-dalil (postulates)
1.      Dalil Kontinyuitas Usaha
2.      Dalil Periode Waktu
3.      Dalil Kesatuan Akuntansi
-          Masalah 1 yaitu mendefinisikan entitas & akuntansi untuk melihat hubungan antar bagian dalam entitas.
-         Masalah 2 yaitu bagaimana akuntansi melihat hubungan antar entitas dengan para pemiliknya.
4.      Dalil Unit Moneter

c.       Prinsip-prinsip (principles)
1.      Prinsip-Prinsip Berorientasi Output
-          Prinsip pengakuan (recognition principle)
-          Prinsip mempertemukan (matching principle)
2.      Prinsip-Prinsip yang Berorientasi pada Kendala
-          Prinsip konservatisme (conservatism principle)
-          Prinsip pengungkapan (disclosure principle)
-          Prinsip materialitas (materiality principle)
-          Prinsip objektivitas (objectivity principle)

3.      Prinsip-Prinsp yang Berorientasi Informasi Keuangan (output)
-          Prinsip memperbandingkan (comparability principle)
-          Prinsip konsistensi
-          Prinsip keseragaman

Teori – Teori Ekuitas
            Ekuitas disebut juga dengan modal sendiri. Teori ekuitas membahas permasalahan hubungan antara entitas dengan para pemilik modal. Terdapat beberapa teori ekuitas sebagai berikut: 

a.       Teori Kepemilikan (proprietory theory)
Total Aktiva – Total Kewajiban = Modal Pemilik

b.      Teori Entitas (entity theory)
Total Aktiva = Total Hutang + Total Ekuitas

  1. Teori Ekuitas Residual
Total Aktiva – (Total Hutang + Total Saham Preferen) = Ekuitas Residual

d.      Teori Dana
Total Aktiva = Total Pembatasan Atas Aktiva

  1. Teori Pimpinan
Menurut Golberg pemimpin adalah benar-benar kata lain dari manajemen dan dia sangat perhatian pada kenyataan bahwa manajemen perlu informasi sehingga hal ini dapat mengatasi fungsi perencanaan dan pengawasan pada perilaku pemilik. Oleh sebab itu, teori pemimpin dapat benar-benar menjadi sangat tepat bagi akuntansi manajerial melebihi akuntansi keuangan, tetapi manajer pada tugasnya harus menyambungkan pendapat pimpinan kepada investor.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar